KOMENTAR KASUS DAHLAN ISKAN DALAM MOBIL LISTRIK

Komentar saya tentang kasus Dahlan Iskan dalam kasus mobil listrik. Dahlan Iskan mantan menteri BUMN belum dijadikan sebagai tersangka, beliau hanya dijadikan saksi dalam kasus mobil listrik dengan dugaan korupsi yang merugikan negara sebesar Rp 32 Miliyar. Bapak Dahlan Iskan sebagai menteri BUMN lalu diserahi tugas menyiapkan untuk mempromosikan kemampuan Indonesia membuat mobil listrik, uang yang dikumpulkan dari promosi BUMN yang tertarik untuk mendanai untuk mobil listrik tersebut. Ada 3 yang tertarik untuk membiayai mobil listrik tersebut yaitu Pertamina, PT GAS, dan BRI, ketiganya menyatakan berminat bukan ditunjuk untuk membiayai mobil listrik tersebut. Dalam kasus ini yakni ada 2 tersangka yaitu Dasep Ahmadi dari PT Saimas Ahmadi Pratama serta Agus Suherman dirut perum perikanan Indonesia juga mantan pejabat Bina Lingkungan Kementerian BUMN. Dasep Ahmadi tidak memenuhi kewajiba menyelesaikan pengadaan mobil listrik, dasep diminta untuk mebuat mobil listrik 16, tetapi hanya 3 mobil listrik yang jadi, sedangkan Agus Suherman menyalahi wewenang dengan meminta BRI, PGN dan Pertamina mengucurkan dana untuk proyek itu senilai Rp. 32 miliyar

MENGHITUNG SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL

lapsumber 1
Lapsumberdana1
Lapsumberdana2
Lapsumberdana3
lapsumb1

Dari laporan sumber – sumber diatas nampak yang paling menonjol adalah Laba operasi, dan penggunan dana yang menonjol adalah persediaan, dengan bertambahnya persediaan, maka perusahaan tidak perlu kuatir atas persedian tersebut. Dari analisis sumber-sumber dan penggunaan dana dari PT. Gudang Garam dapat disimpulkan bahwa perusahaan tersebut menggunakan dananya dalam tahun 2007 dan 2008 sebagian besar untuk ekspansi dalam bentuk persediaan.

MENGHITUNG LAPORAN KEUANGAN MENGGUNAKAN RASIO-RASIO

lap 2
lap3
Contoh laporan keuangan yang menggunakan rumus analisis rasio

1. Rasio Likuiditas adalah Untuk mengetahui kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek (kurang dari 1 tahun).
Metode Rasio Likuiditas:
• Current ratio
• Cash ratio
• Acid test (Quick) ratio
• Capital working turn over
• Current ratio adalah Perbandingan antara current assets (aktiva lancar) dengan current liabilities (hutang lancar).
Rumus : Current ratio = Aktiva lancer/Hutang lancar
= 31,376,459/13,534,319
= 2,31atau 231 %
• Cash ratio adalah perbandingan antara kas dan efek dengan hutang lancar.
Rumus :Cash ratio = Kas + Efek/Hutang lancar
= 1,094,895 + 0/13,534,319
= 0,08 atau 8%
• Acid test (Quick) ratio adalah Perbandingan antara aktiva lancar (diluar persediaan) dengan hutang ancar. Beberapa ahli menyebutkan aktiva lancer hanya terdiri dari kas dan surat berharga.
Rumus : Acid test (Quick) ratio = Kas + Efek + Piutang/ Hutang lancar
= 1,094,895 + 0 + 923,522/13,534,319
= 0,14 atau 14%

• Capital working turn over adalah perbandingan antara aktiva lancar yang telah dikurangin hutang lancer dengan jumlah aktiva.
Rumus :Capital working turn over = Aktiva lancar – Hutang Lancar/Jumlah Aktiva
= 31,376,459- 13,534,319/40,083,410
= 0,44 atau 44%
2. Rasio Solvabilitas adalah untuk mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban-kewajiban jangka panjangnya
Macam-macam rasios olvabilitas adalah:
• Rasio total hutang terhadap total asset
• Rasio hutang terhadap modal
• Times interest Earned
• Rasio total hutang terhadap total asset adalah untuk menghitung seberapa besar porsi dana disediakan oleh kreditur untuki nvestasi aset
Rumus :Rasio total hutang terhadap total asset = Total Kewajiban/Total Aktiva
= 14,537,757/40,083,410
= 0,36 atau 36 %
• Rasio hutang terhadap modal adalah Jumlah rupiah yang dipinjam untuk investasi ekuitas.
Rumus :Rasio hutang terhadap modal = Hutang Lancar + Hutang jangka panjang/Jumlah Modal
= 13,534,319 + 1,003,438/25,545,633
= 0,56atau 56%
• Times interest Earned adalah mengukur kemampuan perusahaan membayar beban tetap bunga dengan laba sebelum pajak.
Rumus :Times interest Earned = EBIT /BebanBunga
= 6,614,971/ 253,002
= 26,1 x
3. Rasio Rentabilitas atau Profitabilitas adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan (profitabilitas) pada tingkat penjualan, aset, dan modal saham tertentu.
Metode Rasio Rentabilitas atau Profitabilitas:
• Gross Profit Margin
• Operationg Income ratio
• Net Profit Margin
• Net Earning Power Ratio
• Gross Profit Margin adalah perbandingan antara penjualan dikurangin HPP dengan penjualan
Rumus : Gross Profit Margin = Penjualan – HPP/Penjualan
= 41,488,352 – 31,754,984/41,488,352
= 0,24atau 24 %
• Operationg Income ratio adalah perbandingan antara penjualan dikurangin HPP dan biaya dengan penjualan
Rumus :Operationg Income ratio = Penjualan – HPP – Biaya/Penjualan
= 41,488,352 – 31,754,984/41,488,352
= 0,15atau 15 %
• Net Profit Margin adalah rasio yang tinggi menandakan kemampuan perusahaan yang tinggi menghasilkan laba pada tingkat penjualan tertentu.
Rumus : Net Profit Margin = Keuntungan neto Sesudah pajak/Penjualan Neto
= 4,958,102/41,488,352
= 0,11atau 11%
• Net Earning Power Ratio adalah perbandinagan antara Keuntungan neto sesudah pajak dengan jumlah aktiva
Rumus :Net Earning Power Ratio = Keuntungan neto sesudah pajak/Jumlah Aktiva
=4,958,102/40,083,410
= 0,12atau 12%

TEORI ANALISIS RASIO

Dalam mengadakan interpretasi dan analisa laporan finansiil suatu perusahaan, seorang penganalisa finansiil memerlukan adanya ukuran atau “yardstick” tertentu. Ukuran yang sering digunakan dalam analisa finansiil adalah “rasio”. Pengertian rasio itu sebenarnya hanyalah alat yang dinyatakan dalam “arithmetical terms”. Macamnya rasio finansiil banyak sekali, karena rasio penganalisa dibuat menurut kebutuhan penganalisa. Rasio dapat digolongkan dalam 3 golongan yaitu:

  1. Rasio Neraca ( Balance sheet ratios) ialah rasio yang disusun dari data yang berasal dari neraca misalnya current ratio, acid-test ratio, current assets to total assets ratio, current liabilities to total assets ratio dan lain sebagainya.
  2. Rasio Laporan Laba &Rugi (income statement ratios) ialah rasio yang disusun dari data yang berasal dari Laba&Rugi misalnya gross profit margin, net operating margin, operating rasio dan lain sebagainya.
  3. Rasio Antar Laporan ( Inter statement ratios) ialah rasio yang disusun dari data yang berasal dari neracadan data lainnya berasal dari laba&rugi, misalnya assets turnover, inventory turnover, receivables turnover dan lain sebagainya.

Ada pula yang mengemlompokkan rasio dalam rasio likuiditas, rasio leverage, rasio solvabilitas, rasio rentabilitas rasio aktivitas dan rasio profitbilitas.

  1. Rasio Likuiditas ialah kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansiilnya yang segara harus dipenuhi. Jumlah alat – alat pembayaran (alat likuid) yang dimiliki oleh perusahaan pada suatu saat tertentu merupakan “kekuatan membayar” dari perusahaan yang bersangkutan.
  2. Rasio Solvabilitas ialah suatu perusahaan yang diukur dengan membandingkan jumlah aktiva (total assets) di satu pihak dengan jumlah utang (baik jangka panjang atau pendek) dilain pihak. Cara lain dapat digunakan untuk mengukur solvabilitas ialah dengan membandingkan modal sendiri (net worth) yang ini merupakan kelebihan nilai (excess value) dari aktiva di atas utang disatu pihak dengan jumlah utang dilain pihak.
  3. Rasio Rentabilitas ialah suatu perusahaan menunjukan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba. Dengan kata lain rentabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba periode tertentu.
  4. Rasio Leverge ialah kemampuan untuk mengukur sampai berapa jauh aktiva perusahaan dibiayai dengan utang.
  5. Rasio Aktivitas ialah kemampuan perusahaan untuk mengukur sampai seberapa besar efektivitas perusahaan dalam mengerjakan sumber-sumber dananya.
  6. Rasio Profitabilitas ialah rasio yang menunjukkan hasil akhir dari sejumlah kebijaksanaan dan keputusan.

Adapun juga analisis rasio pemegang saham biasa, analisis rasio kerditor jangka pendek dan analisis rasio kerditor jangka panjang.

  • Analisis Rasio – Pemegang Saham Biasa

Sejumlah rasio keuangan deigunakan untuk memperkirakan seberapa baik pengelolaan perusahaan dilihat dari pemegang saham. Rasio ini biasanya mengutamakan pada laba bersih, deviden, ekiutas pemegang saham.

  • Earnings per share

Earnings per share dihitungdengan membagi laba bersih yang tersedia untuk pemegang saham biasa dengan rata-rata jumlah saham biasa yang beredar selama satu tahun. Laba berseih yang tersedia untuk pemegang saham biasa adalah laba bersih dikurangi dengan deviden yang dibayarkan kepada para pemegang saham preferen.

  • Price – Earnings Ratio

Digunakan secara luas oleh investorsebagai panduan umum untuk menilai saham. Price- Earnings ratio yang tinggi menunjukkan bahwa investor bersedia untuk membayar dengan harga premium untuk saham perusahaan karena perusahaan diharapkan untuk menghasilkan pertumbuhan earnings yang lebih tinggi. Sebaliknya jika para investor percaya bahwa prospek pertumbuhan dimasa mendatang terbatas, price-earnings ratio perusahaan akan relative rendah.

  • Analisis Rasio – Kreditor Jangka Pendek

Kreditor jangka pendek seperti pemasok, ingin dibayar tepat waktu. Oleh karena itu mereka akan memfokuskan pada arus kas dan modal kerja karena menjadi sumber utama kas dalam jangka pendek.Jumlah modal kerja yang tersedia menjadi bahan perhatian dari kreditor jangka pendek karena jumlah tersebut menunjukan aktiva didanai dari sumber modal jangka panjang dan tidak membutuhkan pelunasan dalam jangka pendek. Oleh karena itu, semakin besar modal keja, semakin besar pelindungan yang dimiliki untuk kreditor jangka pendek dan lebih besar keyakinan bahwa utang jangka pendek akan dilunasi tepat waktu jatuh tempo. Meskipun modal kerja yang besar merupakan hal yang melegakan bagi para kreditor jangka pendek.

  • Analisis Rasio – Kreditor Jangka Panjang

Posisi kreditor jangka panjang berbeda dengan kreditor jangan pendek. Kreditor jangka panjang menaruh perhatian terhadap kemampuan perusahaan dalam jangka pendek dan jangka panjang untuk memenuhi kewajibannya. Mereka memberikan perhatian terhadap kemampuan perusahaan jangka pendek karena bunga atas pinjaman biasanya dibyarkan secara periodik. Mereka menaruh perhatian terhadap kemampuan perusahaan dalam jangka panjang karena mereka mengharapkan dibayar sesuai dengan jadwal yang sudag disepakati.

Kreditor jangka panjang selalu dihadapkan pada resiko yang lebih besar dibandingkan kreditor jangka pendek, perusahaan diharuskan mematuhi serangkaian aturan untuk perlindungan kreditor jangka panjang. Contohnya peraturan yang memberikan perlindungan kreditor adalah menjaga tingkat minimum modal kerja dan pembatasan pembayaran deviden terhadap pemegang saham biasa. Meskipun aturan tersebut digunakan secara luas, aturan tersebut harus dilihat sebagai dukungan yang lemah terhadap kecukupan earnings dimasa depan dilihat dari taksiran terhadap perlidungan dan keaamanan. Kreditor tidak ingin datang ke pengadilan untuk mendapatkan klaim mereka, mereka akan lebih senang apabila mereka mendapatkan bunga pinjamandan akhirnya pokok pinjam secara normal dan arus dana konsiten dari perusahaan.

Sumber : Riyanto, Bambang. Prof., Dr., 2010. Pembelanjaan Perusahaan .BPFE, Yogyakarta

Norren, Garrison., 2001. Akuntansi Manajerial (Ahli Bhs, A, Totok Budisantoso, S.E., Akt) Jakarta : PT Salemba Empat.

Resep Sosis Solo

Sosis solo makanan yang berasal dari solo. makanan ini hampir sama dengan lumpia,Hanya saja kalau sosis solo isinya daging sapi maupun ayam, sedangkan lumpia biasanya sayuran. Tekstur kulit dari sosis solo sendiri lebih tebal daripada lumpia. Kulit lumpia cenderung lebih garing dan crispy. Jajanan ini sangat cocok disantap bersama dengan saos maupun cabai rawit.

cara membuat sosis solo :

Bahan Kulit :
– 300 gram Tepung Terigu
– 4 buah Telur Ukuran Besar, kocok lepas
– 700 ml Air
– 1 sdm Gula Pasir
– 1 sdt Garam
– 1/4 sdt Merica Bubuk
– 3 sdm Margarin, lelehkan

Bahan Isi :
– 500 gram Daging Sapi giling, haluskan (Jika menggunakan daging ayam, rebus, suwir dan haluskan)
– 3 siung Bawang Putih, cincang halus
– 5 siung Bawang Merah, iris tipis
– 100 ml Air
– 1 batang Daun Bawang, iris halus
– 1 sdt Gula Pasir
– 1/4 sdt Merica Bubuk
– 1/4 sdt Ketumbar Bubuk
– 2 sdm Minyak Goreng untuk menumis
– 1,5 sdt Garam (sesuai selera)

Pelapis :
– 1 – 2 butir Telur, kocok lepas

Cara Membuat :
1. Buat isinya : Tumis bawang putih dan bawang merah hingga harum. Tambahkan daun bawang. Masukan daging giling, aduk hingga berubah warna. Tuang sedikit air. Masukkan gula pasir, garam, ketumbar bubuk dan merica bubuk. Aduk rata. Masak hingga air kering sambil sesekali di aduk. Cicipi, tambahkan bumbu jika ada yang kurang. Matikan api. Dinginkan.
2. Buat Kulit : Campur gula pasir, garam, merica bubuk dan tepung terigu. Aduk rata. Masukan telur dan tuangi air sedikit demi sedikit sambil di aduk rata dengan tangan sampai halus. Saring agar tidak bergerindil. Masukan margarin leleh. Aduk rata.
3. Panaskan wajan datar anti lengket, oles sedikit dengan margarin. Tuang 1 sendok sayur, ratakan adonan dengan memutar wajan. Dadar hingga matang dan lakukan sampai adonan habis.
4. Ambil selembar kulit, beri isi daging. Lipat dan gulung. Lakukan sampai adonan habis
5. Panaskan minyak untuk menggoreng, celupkan sosis solo ke kocokan telur, goreng hingga kecoklatan. Angkat dan tiriskan. Sajikan dengan cabai rawit atau saus sambal.